Pemanfaatan Sampah untuk Kompos dan Vertikultur: Wujud Nyata Pembelajaran Berbasis Projek di Sekolah
Petang, 22 - 26 September 2025
Siswa kelas X SMK Negeri 1 Petang kembali menunjukkan kreativitasnya dalam kegiatan Pembelajaran Berbasis Projek (Project Based Learning) dengan tema “Pemanfaatan Sampah untuk Lingkungan Berkelanjutan”. Dalam kegiatan ini, siswa mengolah sampah organik menjadi kompos sekaligus memanfaatkan sampah plastik bekas botol air mineral untuk membuat media tanam vertikultur.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kepedulian terhadap masalah sampah yang setiap hari dihasilkan di sekolah, baik berupa dedaunan, sisa makanan, maupun botol plastik bekas minuman. Sampah organik diolah melalui proses pengomposan sederhana menjadi pupuk yang bermanfaat untuk tanaman. Sementara itu, botol plastik bekas yang biasanya terbuang dimanfaatkan sebagai wadah tanam dalam sistem vertikultur yang hemat lahan dan ramah lingkungan.
Dengan kreativitas tersebut, siswa menanam berbagai jenis sayuran seperti sawi, dan selada di botol plastik yang disusun secara vertikal. Hasil kompos buatan siswa tentunya langsung digunakan sebagai pupuk, sehingga tercipta siklus pemanfaatan sampah yang bermanfaat. Kepala Sekolah I Wayan Yudana, S.Pd., M.Pd. sangat mengapresiasi kegiatan ini.
“Program ini tidak hanya mendidik siswa agar kreatif dan inovatif, tetapi juga menanamkan karakter peduli lingkungan. Dengan memanfaatkan sampah organik dan plastik, anak-anak belajar langsung tentang prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle),” ujarnya.
Salah seorang siswa peserta juga menyampaikan pengalamannya.
“Awalnya kami pikir sampah itu hanya kotor dan harus dibuang, tapi ternyata bisa diolah jadi sesuatu yang bermanfaat. Komposnya subur, dan tanaman di botol plastik bisa tumbuh dengan baik,” katanya penuh semangat.
Melalui pembelajaran berbasis projek ini, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga keterampilan praktis dalam mengelola sampah. Sekolah berharap kegiatan ini dapat menjadi contoh nyata bagi gerakan peduli lingkungan sekaligus menumbuhkan budaya hijau di sekolah.